PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN HDL PADA TIKUS PUTIH WISTAR DIABETES MELITUS
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN HDL PADA TIKUS PUTIH WISTAR DIABETES MELITUS
2025-05-14
id
Thesis
text
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang sering dikaitkan dengan dislipidemia, yaitu gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida dan penurunan kadar HDL. Daun katuk (Sauropus androgynus) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tannin, dan fitosterol yang berpotensi menurunkan kadar lipid darah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap kadar trigliserida dan HDL pada tikus putih Wistar diabetes melitus.
Metode: Penelitian ini merupakan true experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sebanyak 24 ekor tikus putih Wistar jantan dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol sehat (KS), kontrol diabetes (KD), perlakuan acarbose (KA), dan perlakuan tepung daun katuk (KK). Induksi DM dilakukan dengan streptozotocin (45 mg/kgBB) dan nicotinamide (110 mg/kgBB). Kelompok KK diberi tepung daun katuk sebesar 28,24 g/kgBB/hari selama 4 minggu. Pengukuran kadar trigliserida dan HDL dilakukan sebelum intervensi, sesudah intervensi minggu ke-3 dan ke-4.
Hasil: Pemberian tepung daun katuk secara signifikan menurunkan kadar trigliserida sebesar 27,04% dan HDL 129,96%. Efektivitas penurunan tertinggi terjadi pada minggu ke-4.
Kesimpulan: Tepung daun katuk efektif menurunkan kadar trigliserida dan HDL pada tikus putih Wistar diabetes melitus, dan berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional dalam pengelolaan dislipidemia terutama trigliserida dan HDL.