EFEKTIVITAS VARIASI BIOKOAGULAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya) DAN BIJI KELOR (Moringa Oleifera L) UNTUK MENURUNKAN KADAR COD, DAN TSS LIMBAH CAIR “SAT SET LAUNDRY EXPRESS” DI DUSUN POGUNG KIDUL
EFEKTIVITAS VARIASI BIOKOAGULAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya) DAN BIJI KELOR (Moringa Oleifera L) UNTUK MENURUNKAN KADAR COD, DAN TSS LIMBAH CAIR “SAT SET LAUNDRY EXPRESS” DI DUSUN POGUNG KIDUL
2025-06-30
id
Thesis
text
Latar Belakang : Pertumbuhan industri laundry di Yogyakarta berdampak pada meningkatnya limbah cair yang dibuang tanpa pengolahan, seperti di Sat Set Laundry Express, Sleman. Hasil uji menunjukkan kadar COD dan TSS limbah melebihi baku mutu. Metode koagulasi-flokulasi dengan biokoagulan alami menjadi solusi alternatif pengolahan limbah. Biji kelor terbukti efektif, namun sulit dijumpai di daerah perkotaan. Sebagai alternatif, biji pepaya mudah diperoleh dan juga memiliki kemampuan menurunkan COD dan TSS. Oleh karena itu, digunakan kombinasi ekstrak biji pepaya dan biji kelor dengan variasi komposisi 1:1, 2:1, dan 3:1 dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair laundry.
Tujuan : Mengetahui efektivitas variasi komposisi biokoagulan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dan biji kelor (Moringa oleifera L) dalam menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah cair laundry dengan komposisi perbandingan 1:1, 2:1, dan 3:1.
Metode : Jenis menelitian ini beruapa Quasi Experiment dengan desain penelitian pre test-post test with control group design
Hasil : Secara deskriptif, komposisi 3:1 memberikan penurunan tertinggi terhadap kadar COD dan TSS, masing-masing sebesar 58,90% dan 57,26%. Namun, uji statistik menunjukkan bahwa penurunan kadar COD tidak signifikan (p>0,05), sedangkan untuk TSS terdapat perbedaan signifikan pada beberapa perlakuan.
Kesimpulan : Variasi komposisi biokoagulan ekstrak biji pepaya dan biji kelor berpengaruh terhadap penurunan COD, TSS, dan pH, dengan efektivitas tertinggi pada komposisi 3:1.
Kata Kunci : Biokoagulan, Biji Pepaya, Biji Kelor, COD, TSS, Limbah Laundry