GAMBARAN KASUS DEMAM BERDARAH SEBELUM DAN SETELAH DITERAPKAN PROGRAM WOLBACHIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMPING I

GAMBARAN KASUS DEMAM BERDARAH SEBELUM DAN SETELAH DITERAPKAN PROGRAM WOLBACHIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMPING I
2025-07-17
en
Thesis
text
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sleman. Salah satu metode pengendalian vektor inovatif yang digunakan adalah penerapan teknologi Wolbachia, yang bekerja dengan cara menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan jumlah kasus DBD serta Container Index (CI) sebelum dan setelah penerapan program Wolbachia di Desa Ambarketawang dan Desa Balecatur, wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan deret waktu (time series) dan analisis deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Puskesmas Gamping I, yang mencakup periode Februari 2019–Juli 2021 (sebelum Wolbachia) dan Februari 2022–Juli 2024 (setelah Wolbachia). Analisis dilakukan dengan menggambarkan grafik tren untuk kasus DBD, dan CI di kedua desa. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kasus DBD, dan Container Index setelah diterapkannya program Wolbachia, Namun Kegitan PSN dan inovasinya masih menjadi prioritas dalam penganan indeks keberandaan nyamuk dan terbukti efektif menurunan jumlah CI. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia berpotensi sebagai intervensi efektif dalam pengendalian penyebaran DBD secara biologis di daerah endemik.