GAMBARAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN PROSEDUR PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN TINGGI BADAN PADA BALITA DI KALURAHAN TIRTONIRMOLO

GAMBARAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN PROSEDUR PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN TINGGI BADAN PADA BALITA DI KALURAHAN TIRTONIRMOLO
2025-05-23
id
Thesis
text
Latar Belakang : Pemantauan tumbuh kembang anak melalui deteksi dini merupakan salah satu tanggung jawab kader posyandu untuk mengidentifikasi keterlambatan tumbuh kembang pada anak sejak dini. Posyandu merupakan suatu bentuk pelayanan Kesehatan utama yang paling dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran keterampilan kader Posyandu dalam melakukan prosedur penimbangan dan pengukuran tinggi badan pada balita di Kalurahan Tirtonirmolo. Metode : Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan desain observasional deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 kader posyandu yang bertugas pada 16 Posyandu yang tersebar di Kalurahan Tirtonirmolo wilayah kerja Puskesmas Kasihan 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan formulir checklist SOP penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Hasil : Pada penimbangan berat badan dari 32 kader posyandu yang telah diamati terdapat 28 kader posyandu (87,5%) tergolong terampil berdasarkan hasil pengamatan, sedangkan 4 kader posyandu (12,5%) tidak terampil dalam melakukan penimbangan berat badan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pada pengukuran tinggi badan dari 32 kader posyandu yang telah diamati terdapat 18 kader posyandu (56,25%) tergolong terampil berdasarkan hasil pengamatam, sedangkan 14 kader posyandu (43,75%) tidak terampil dalam melakukan pengukuran tinggi badan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kesimpulan : Ketidakterampilan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri dapat mengakibatkan terimbasnya kesalahan pada penilaian status gizi balita. Kata kunci : Keterampilan, Kader, Posyandu, Prosedur