GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN TANDA KEBERADAAN
TIKUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOYUDAN 2024-2025
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN TANDA KEBERADAAN
TIKUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOYUDAN 2024-2025
2025-06-23
en
Thesis
text
Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh
bakteri Leptospira dan ditularkan melalui lingkungan yang tercemar urin tikus, di mana kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama pengelolaan sampah yang buruk dan tingginya aktivitas tikus, menjadi faktor risiko utama penularan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi lingkungan sebagai faktor risiko leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Moyudan, dengan penekanan pada pengelolaan sampah dan indikasi keberadaan tikus pada kasus serta suspek leptospirosis.
Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif observasional. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam terhadap 15 responden (kasus dan suspek leptospirosis) yang tercatat di Puskesmas Moyudan selama tahun 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki tempat sampah, namun masih ditemukan kondisi yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti tempat sampah terbuka dan mudah dijangkau tikus. Beberapa responden sering melakukan pemilahan sampah dan pemanfaatan limbah organik. Tanda-tanda keberadaan tikus, seperti penampakan langsung, kotoran, dan bangkai, banyak dijumpai responden. Selain itu, sebagian responden belum optimal
dalam penggunaan alat pelindung diri, seperti sepatu boot dan sarung tangan, saat beraktivitas di area lembap atau tergenang air. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang belum memadai dan keberadaan tikus di lingkungan rumah menjadi faktor penting dalam kejadian leptospirosis. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada edukasi masyarakat dan pengendalian lingkungan secara berkelanjutan. Kata Kunci: leptospirosis, pengelolaan sampah, keberadaan tikus, faktor lingkungan