GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN KEBERADAAN TIKUS
PADA PENDERITA LEPTOSPIROSIS
DI KAPANEWON KASIHAN DAN IMOGIRI
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN KEBERADAAN TIKUS
PADA PENDERITA LEPTOSPIROSIS
DI KAPANEWON KASIHAN DAN IMOGIRI
2025-06-19
en
Thesis
text
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN KEBERADAAN TIKUS PADA
PENDERITA LEPTOSPIROSIS DI KAPANEWON KASIHAN DAN IMOGIRI
ABSTRAK
Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat di Yogyakarta. Kapanewon Kasihan dan Imogiri adalah
Kapanewon yang termasuk dalam jumlah kasus leptospirosis paling tinggi di
Kabupaten Bantul.
Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik dan perilaku penderita leptospirosis di
Kapanewon Kasihan dan Imogiri tahun 2024 dan keberadaan tikus di sekitarnya
Metode: Survei dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi secara
langsung dengan cara wawancara kepada responden menggunakan panduan
wawancara yang disajikan secara deskriptif.
Hasil: Penderita leptospirosis di Kapanewon Kasihan dan Imogiri banyak pada
kelompok usia 40-50 tahun, didominasi oleh laki-laki. Mayoritas penderita paling
banyak pada pekerjaan buruh. Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan rendah,
dengan dominasi lulusan SD dan tidak sekolah. Faktor risiko yang ditemukan meliputi
tidak menggunakan APD, perawatan luka yang buruk, sering kontak dengan genangan
air, serta lingkungan yang tidak higienis dengan pengelolaan sampah yang tidak
memadai, kondisi TPS yang tidak memenuhi standar sanitasi dan SPAL yang
memenuhi standar sanitasi, serta tingginya populasi tikus.
Kesimpulan: Penderita leptospirosis di Kapanewon Kasihan dan Imogiri dipengaruhi
oleh kombinasi faktor demografis, perilaku, pekerjaan, dan lingkungan
Kata Kunci: Leptospirosis, keberadaan tikus, faktor lingkungan