PENGARUH MIND MAPPING KEHILANGAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA PRA LANSIA
PENGARUH MIND MAPPING KEHILANGAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA PRA LANSIA
2025-07-15
id
Thesis
text
Latar Belakang: Menurut Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi kehilangan gigi cukup tinggi, khususnya pada pra lansia sebesar 65,4%. Rendahnya penggunaan gigi tiruan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan minat. Mind mapping merupakan media edukasi inovatif yang melatihcara berpikir analitis dalam memecahkan masalah. Hasil Studi pendahuluan menunjukkan 70% responden tidak mengetahui akibat kehilangan gigi, dan 80% tidak berminat menggunakan gigi tiruan.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh mind mapping kehilangan gigi terhadap pengetahuan dan minat penggunaan gigi tiruan pada pra lansia di Dusun Karanggayam.
Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol melibatkan 66 responden sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Juni 2025 di Dusun Karanggayam. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann–Whitney untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Pada kelompok eksperimen setelah yang diberikan kuesioner dan penyuluhan menggunakan mind mapping kehilangan gigi terjadi peningkatan pengetahuan dari kategori cukup (54,5%) dan kurang (45,5%) menjadi 84,8% kategori baik. Minat penggunaan gigi tiruan juga meningkat dari 100% responden dengan minat sedang menjadi 90,9% dengan minat tinggi. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) sebelum dan sesudah edukasi, serta antara kelompok eksperimen dan kontrol.
Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan mind mapping berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan minat penggunaan gigi tiruan pada pra lansia.
Kata Kunci : Mind mapping, Kehilangan Gigi, Pengetahuan, Minat, Gigi Tiruan, Pra Lansia