GAMBARAN PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN KEJADIAN ABRASI PADA LANSIA
GAMBARAN PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN KEJADIAN ABRASI PADA LANSIA
2025-07-16
en
Thesis
text
Latar Belakang : Abrasi gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan
mulut yang umum terjadi, terutama pada kelompok lansia. Di Indonesia, prevalensi
abrasi pada usia 50 – 59 tahun sebesar 53,33%. Berdasarkan studi pendahuluan
yang telah dilakukan melalui wawancara dan pemeriksaan secara langsung
terhadap 15 orang lansia, ditemukan bahwa 14 orang di antaranya mengalami abrasi
gigi.
Tujuan : Diketahuinya gambaran perilaku menyikat gigi dengan kejadian abrasi
pada lansia.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif melalui survei dan observasi
dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Sampel dalam penelitian ini menggunakan
sampling jenuh atau mengambil seluruh lansia di Dusun VIII Janten, Ngestiharjo,
Kasihan, Bantul, DIY sejumlah 70 lansia usia 51 – 70 tahun. Instrumen penelitian
meliputi kuesioner perilaku menyikat gigi dan format pemeriksaan abrasi gigi.
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang.
Hasil : Sebagian besar responden memiliki perilaku menyikat gigi dalam kriteria
buruk sebanyak 39 responden (56,5%) dan sejumlah 40 responden (58,0%)
mengalami abrasi gigi dengan kategori tinggi. Abrasi gigi kategori tinggi
ditemukan pada laki – laki sebanyak 19 responden (67,9%), usia 56 – 60 tahun
sebanyak 13 responden (72,2%), berpendidikan terakhir SD sebanyak 23 responden
(63,9%). Perilaku menyikat gigi dalam kriteria buruk dengan kejadian abrasi gigi
kategori tinggi yaitu sebanyak 31 responden (79,5%).
Kesimpulan : Perilaku menyikat gigi pada lansia menggambarkan adanya
keterkaitan dengan kejadian abrasi gigi.
Kata Kunci : Perilaku menyikat gigi, abrasi gigi, lansia