FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANC TERPADU DI PUSKESMAS SAPTOSARI TAHUN 2024
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANC TERPADU DI PUSKESMAS SAPTOSARI TAHUN 2024
2025-06-26
en
Thesis
text
Latar Belakang: Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) terpadu menjadi salah satu indikator penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Di Kabupaten Gunungkidul, masih terdapat ibu hamil yang belum melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Di Puskesmas Saptosari dari 337 ibu hamil, 67 ibu hamil (19,89%) belum melakukan kunjungan ANC terpadu. Kondisi ini menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan kepatuhan ibu hamil terhadap kunjungan ANC terpadu.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara paritas, usia, pendidikan, status pekerjaan, dan jarak tempat tinggal dengan kepatuhan kunjungan ANC terpadu di Puskesmas Saptosari tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari register kunjungan ANC terpadu tahun 2024. Sampel berjumlah 270 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 5%.
Hasil: Mayoritas responden memiliki paritas tidak berisiko (80,7%), usia 20–35 tahun (83,7%), pendidikan menengah (57,8%), tidak bekerja (47,8%), dan tinggal lebih dari 3 km dari fasilitas kesehatan (52,2%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p=0,418), usia (p=0,601), pendidikan (p=0,256), pekerjaan (p=0,349), dan jarak tempat tinggal (p=0,117) dengan kepatuhan kunjungan ANC terpadu.
Kesimpulan: Faktor kepatuhan kunjungan ANC terpadu kemungkinan lebih dipengaruhi oleh aspek lain seperti pengetahuan, persepsi risiko, dan dukungan sosial, yang perlu diteliti lebih lanjut.
Kata Kunci: ANC Terpadu, Kepatuhan ibu hamil.