PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) DAN NATRIUM FLOURIDA (NAF) PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA PADA TABUNG SERUM SEPARATOR TUBE (SST) DAN NATRIUM FLOURIDA (NAF) PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI
2025-06-03
en
Thesis
text
Latar Belakang: Pemeriksaan kadar glukosa darah merupakan salah satu parameter penting dalam evaluasi kondisi metabolik, terutama pada pasien hipertensi yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan glukosa darah. Ketepatan hasil pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh fase praanalitik, termasuk jenis tabung yang digunakan. Tabung Serum Separator Tube (SST) dan Natrium Flourida (NaF) merupakan dua jenis tabung yang sering digunakan dalam pemeriksaan kadar glukosa, namun keduanya memiliki karakteristik berbeda dalam mempertahankan stabilitas glukosa.
Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar glukosa darah antara tabung Serum Separator Tube (SST) yang didiamkan selama 40 menit dan tabung Natrium Flourida (NaF) yang segera diperiksa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi, dan pengambilan darah dilakukan di Puskesmas Kraton. Pemeriksaan glukosa dilakukan menggunakan metode GOD-PAP dengan alat Photometer Mindray BA-88A.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa rata-rata pada tabung NaF sebesar 100,13 mg/dL dan pada tabung SST sebesar 99,80 mg/dL. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,134 (p > 0,05), menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua tabung. Selain itu, nilai bias relatif sebesar 0,33% masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh Clinical Laboratory Improvement Amendments (CLIA), yaitu ±8%.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar glukosa yang signifikan secara statistik maupun klinis antara tabung SST dan NaF. kedua jenis tabung dapat digunakan secara bergantian dalam pemeriksaan glukosa darah pasien hipertensi, dengan hasil yang tetap akurat dan layak secara klinis.