Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Sorogenen Resik

Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Sorogenen Resik
2025-06-26
id
Thesis
text
Latar Belakang: Indonesia menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah per tahun (KLHK, 2022), dengan 70% berakhir di TPA. Sampah organik mendominasi hingga 60% komposisi sampah nasional (Jakstranas, 2020), namun sebagian besar tidak terpilah sejak dari sumber. TPS 3R Sorogenen Resik di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, melayani ±260 KK dengan timbulan rata-rata 360 kg/hari, tetapi masih ditemukan pembakaran sampah, pemilahan yang belum optimal, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di TPS 3R Sorogenen Resik Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Data dikumpulkan melalui instrumen observasi berbasis indikator dalam SNI 3242:2008 serta wawancara dengan pengelola TPS. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Hasil penilaian menunjukkan bahwa aspek pembiayaan dan hukum mendapat skor tertinggi (60%), diikuti oleh aspek kelembagaan (80%), teknis operasional (60%), dan peran serta masyarakat (60%). Kendala utama ditemukan pada minimnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dan belum optimalnya pemanfaatan fasilitas pemilahan. Kesimpulan: Sistem pengelolaan sampah di TPS 3R Sorogenen Resik tergolong baik dengan capaian rata-rata tinggi pada aspek kelembagaan, peraturan, dan pembiayaan. Namun, masih terdapat kendala pada pemilahan sampah dari sumber, keterbatasan sarana, dan rendahnya partisipasi masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, sosialisasi, serta dukungan teknis operasional. Kata Kunci: TPS 3R, pengelolaan sampah, SNI 3242:2008, partisipasi masyarakat, pembiayaan