PERBEDAAN KADAR ALBUMIN DENGAN SERUM DAN PLASMA K2EDTA PADA PASIEN PRA HEMODIALISIS
PERBEDAAN KADAR ALBUMIN DENGAN SERUM DAN PLASMA K2EDTA PADA PASIEN PRA HEMODIALISIS
2025-09-11
id
Thesis
text
Latar Belakang: Pemeriksaan albumin merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium dalam tatalaksana penyakit ginjal kronik. Pemeriksaan kadar albumin digunakan untuk pemantauan status gizi pada pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir yang melakukan terapi hemodialisis. Kendala di lapangan ketika mendapatkan sampel darah sedikit untuk dilakukan pemeriksaan. Instruksi kerja alat menyebutkan sampel yang digunakan untuk pemeriksaan albumin menggunakan sampel serum darah atau plasma darah. Perbedaan jenis sampel yang digunakan menimbulkan pertanyaan tentang pengaruhnya terhadap hasil pengukuran kadar albumin.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan kadar albumin serum dan kadar albumin plasma K2EDTA pada pasien pra hemodilalisis.
Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional dilakukan pada 40 responden yang sedang melakukan terapi hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel darah diambil sebelum dilakukan terapi hemodialisis. Kadar albumin diukur menggunakan metode kolorimetri Bromcresol Green (BCG). Analisis data menggunakan uji beda 2 sampel independen (Independent sample T Test) dengan tingkat signifikansi α=0,05.
Hasil Penelitian: Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar albumin serum dan kadar albumin plasma K2EDTA dengan p 0,945 (p<0,05). Rerata kadar albumin serum adalah 3, 87 g/dl dan rerata kadar albumin plasma K2EDTA adalah 3,87 g/dl.
Kesimpulan: Kadar albumin serum dan kadar albumin plasma K2EDTA tidak ada perbedaan yang signifikan. Penggunaan plasma darah K2EDTA dapat digunakan sebagai alternatif pengganti serum dalam pemeriksaan kadar albumin pada pasien pra hemodialisis, khususnya jika dilakukan menggunakan metode Bromcresol Green (BCG).
Kata Kunci: albumin, kadar albumin, albumin serum, albumin plasma K2EDTA.