PERBEDAAN TEKNIK PENGGUNAAN TOURNIQUET TERHADAP KADAR NATRIUM SERUM
PERBEDAAN TEKNIK PENGGUNAAN TOURNIQUET TERHADAP KADAR NATRIUM SERUM
2025-06-15
id
Thesis
text
Latar Belakang: Pemasangan tourniquet merupakan prosedur penting dalam pengambilan sampel darah vena. Kesalahan dalam teknik penggunaannya, terutama dalam hal waktu pelepasan tourniquet, dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium, salah satunya kadar natrium serum.
Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar natrium serum berdasarkan dua teknik penggunaan tourniquet, yaitu dilepas segera setelah darah dapat diakses dan tidak dilepas hingga volume darah mencapai 3 cc.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 40 mahasiswa semester II Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta diambil secara consecutive sampling. Pemeriksaan kadar natrium serum dilakukan menggunakan metode kolorimetri dengan alat fotometer Mindray BA-88A. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar natrium serum lebih tinggi pada teknik penggunaan tourniquet yang tidak segera dilepas dengan rerata selisih sebesar 1,3 mmol/L (persentase selisih 0,87%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,017 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan secara statistik antara kedua variasi teknik penggunaan tourniquet.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara kedua teknik penggunaan tourniquet terhadap kadar natrium serum.
Kata Kunci: Tourniquet, natrium serum, teknik flebotomi, pra-analitik, kolorimetri.