Hubungan Kekuatan Otot dan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Srandakan

Hubungan Kekuatan Otot dan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Srandakan
2025-12-05
id
Thesis
text
Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik, kekuatan otot, dan kualitas hidup akibat proses penuaan. Status gizi dan kekuatan otot menjadi dua faktor penting yang dapat memengaruhi kesejahteraan fisik dan psikososial lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kekuatan otot dan status gizi dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Srandakan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 67 lansia yang dipilih secara purposive dan accidental sampling. Kekuatan otot dinilai menggunakan handgrip dynamometer, status gizi diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kualitas hidup dinilai menggunakan EQ-5D-5L. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (74,6%) dan berada pada usia 60–69 tahun (61,2%). Lebih dari separuh lansia memiliki kekuatan otot lemah (52,2%), sementara status gizi terbanyak berada pada kategori obesitas (41,8%). Sebagian besar lansia memiliki kualitas hidup baik (91%), meskipun dimensi nyeri/ketidaknyamanan dan kecemasan masih menunjukkan proporsi masalah yang cukup tinggi.Uji Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kekuatan otot maupun status gizi dengan kualitas hidup (p>0,05). Penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar status gizi dan kekuatan otot kemungkinan lebih berperan dalam menentukan kualitas hidup lansia.